Rencana Revisi UU ITE Diprotes Blogger

30 Nov 2010

BLOGGER, Pandji Pragiwak-sono berpendapat Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak perlu direvisi melainkan dicabut. Karena selama ini UU tersebut telah menghalangi masyarakat melek teknologi.

“Saya tidak setuju Undang-undang itu ada karena bisa buat masyarakat gaptek,” kata Pandji di sela-sela Pesta Blogger 2010 di Jakarta, kemarin andji mengutarakan ancaman terjadi kemerosotan moral akibat pengunaan internet tidak perlu di kekha-watirkan. Karena masyarakat sudah dewasa, bisa memilah situs mana yang berguna dengan yang tidak.

Pandji menilai UU ITE telah membuat pengguna internet seperti anak kecil karena harus dikontrol ketat. Saya percaya terhadap pendidikan, di internet terdapat banyak informasi yang bermanfaat dan dapat dibaca. Selama ada yang menulis dan rnembaca, “saya yakin Indonesia dapat maju,” ujarnya.

Pandji mengakui ada efek negatif dari internet. Tetapi ituhanya sebagian kecil saja. “Di dunia maya ada yang baik dan ada yang ouruk tapi lebih banyak yang bermanfat dan baik untuk dipelajari.”

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring menegaskan akan merevisi UU ITE. Menurutnya , Presiden SBY telah meminta poin-poin perubahan di UU ITE yang akan diajukan ke DPR.

Tifatul menjelaskan ada beberapa poin-poin dalam UU ITE yang harus diperbaiki. Misalnya soal pemberian saksi. Hukuman di dalam UU ITE terlalu tinggi. Untuk penghinaan saja dikenai 6-12 tahun, padahal di KUHP hanya sekitar 3 tahun.

Soal kekhawatiran revisi UU ITE akan mengancam kebebasan pers? Tifatul “memastikan revisi UU ITE tidak akan membelenggu kebebasan pers.Meski demikian, Tifatul menjelaskan di dalam dunia maya tak ada kebebasan mutlak. Kebebasan harus bertanggungjawab dan bermoral.

“Naina saya saja diplesetkan sampai 10 kali tapi bagi saya itu hal biasa selama tak ada unsur penghinaan.” tandasnya. edy


TAGS Rencana Revisi UU ITE Diprotes Blogger


-

Author

Follow Me